Menebar PPDB, Memanen Masalah

Karut marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi selalu menyisakan persoalan. Tak sedikit orangtua kecewa. Sementara, pemerintah enggan dianggap gagal total menerapkan sistem ini.
Metode zonasi dalam PPDB bak menjungkirbalikkan nalar. Menghancurkan proses persaingan terbuka, dan merampas kebebasan anak untuk memilih sekolah sesuai cita-cita.
Ironis. Hanya lantaran dekat dengan sekolah favorit, siswa dengan nilai-pas-pasan bisa diterima. Sedangkan calon siswa dengan nilai tinggi, haknya tersingkir dirampas zonasi.
Efek domino diberlakukannya sistem zonasi pasti terasa. Tak hanya menghancurkan mental siswa berprestasi, mutu dan kualitas sekolah pun menurun.
Sistem Zonasi tanpa sengaja melahirkan mental-mental kongkalikong antara orangtua, aparatur desa, hingga pejabat publik. Demi bisa masuk ke sekolah terdekat, orangtua nekat memalsukan data kependudukan sang buah hati.
Benih PPDB Sudah Ditebar, Buah Masalah Wajib Dituai.

#PPDB #LAMPUNG #UPDATE #PENDIDIKAN

source

Facebook Comments