Terlalu prematur mengidentifikasi pola Covid-19 segera berakhir. Ancaman gelombang kedua sewaktu-waktu datang sebagai risiko dari pelonggaran karantina dan penerapan kenormalan baru.

Pasien akan terus bertambah. Kemungkinan vaksin belum akan siap hingga penghujung tahun. Akan sangat menantang bagi rumah sakit untuk dijalani. Belum usai kondisi tak menentu ini, bahaya besar lain justru sudah mengintai.

Limbah medis. Ya. Potensi bahaya limbah infeksius ini bisa memicu tsunami kedua pandemi. Mulai penyimpanan alat makan minum, tisu, alat pelindung diri (APD) seperti masker, pakaian, sarungtangan, selang hingga pendistribusian dan pengangkutan pihak ketiga.

Mayoritas rumah sakit di Lampung tidak mempunyai tempat pengolahan dan pemusnahan limbah medis. Mereka mengandalkan pihak ketiga. Insenerator memang bukanlah satu-satunya opsi. Namun, tak jarang pihak ketiga masih memilah limbah tanpa mempedulikan dampak yang ditimbulkan.

Membiarkan seolah semua baik-baik saja dan menutup mata dengan fenomena ini, kita sudah turut berkontribusi ’’membunuh’’ sejawat, kerabat hingga orang terdekat.

#Newstrending #Corona #LampungUpdate

Berita selengkapnya simak di website : https://radartvnews.com
Follow akun twitter kami : @radarlampungtv
Follow akun instagram kami : @radarlampungtv
Follow akun facebook kami : @radartvlampung

source

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments